LDII

LDII
Official Website
Sabtu, September 07, 2013
0 komentar

Subhanallah! Di Jepang, Ikan Koi Biasa Hidup Bebas di Got

Hida Furukawa - Jepang
"Kebersihan adalah sebagian dari Iman". "Buanglah Sampah pada Tempatnya". 

Seringkali kita mendengar dan melihat tulisan ini terpampang di banyak sekali tempat, seperti area sekitar masjid, tempat umum, bahkan sampai kamar mandi. Namun, realisasinya masih jauh dari berhasil - jika tidak ingin dikatakan gagal. Meskipun sudah seringkali diingatkan, baik secara sopan dan halus "Mohon membuang sampah pada tempat yang disediakan" bahkan dengan tulisan bernada keras sekalipun, " Dilarang Membuang Sampah DiSINI!!!", masih saja banyak orang yang secara sadar atau tidak membuang sampah seenaknya, meskipun tempat sampah hanya berjarak beberapa meter saja atau bahkan beberapa langkah dari dia membuang sampahnya itu.

Dari alasan malaslah, acuh atau memang karena sudah menjadi budaya sejak kecil. Akibatnya, ketika musim penghujan tiba, tidak sedikit daerah Indonesia terutama Ibukota (yang katanya warganya intelektual) malah justru sering kebanjiran. Bagaimana tidak banjir ???!! Lha wong sungai-sungai, got-got yang seharusnya menampung air hujan malahan menjadi aliran sampah. Yang akhirnya sudah dapat diperkirakan, air akan meluber ke jalan-jalan. Jalan raya ditinggikan ??? Bukan solusi terbaik, tinggal menunggu waktu saja sampai banjir kembali.

Potret Salah Satu "Sungai" Kota Indonesia
Jepang, negara yang sebagian besar warganya menganut paham atheis (tidak percaya adanya Tuhan), malahan sangat concern mengenai hubungan manusia dengan lingkungan (Islam sejatinya mengajarkan dan sangat peduli dengan hubungan antara manusia dan lingkungan ini).


Contoh nyata, Ikan koi yang dapat hidup dengan tenang dialiran sungai kecil yang menyerupai got dan banyak dijumpai di kota-kota besar maupun pedesaan di Jepang. Orang Jepang tidak menyukai memakan ikan koi, karena menganggap ikan ini memakan sampah. Ikan di sungai kecil atau got sebagai penanda kalau tidak ada pencemaran lingkungan, atau impact dari pembangkit nuklir yang bocor.

 Berikut cuplikan videonya:

 
Mudah-mudahan artikel ini bisa menginspirasi kita semua, terutama warga LDII untuk memulai dan melanjutkan kebiasaan hidup berdampingan dengan rukun, bukan hanya dengan sesama manusia tetapi juga dengan alam sekitar. Bukan untuk siapa-siapa, tapi untuk kita dan keturunan kita kedepannya.

0 komentar:

Poskan Komentar

 
Toggle Footer
Top